Sabtu, 23 Januari 2010

Keyword Bisnis Internet

Berbicara bisnis internet, apalagi yang namanya SEO pasti kita tak akan terlepas dari yang namanya kata kunci atau keyword. Karena hanya dengan keyword yang tepat sajalah maka kita baru dapat mendapat kunjungan dari para calon pelanggan kita. Berikut adalah beberpa kata kunci yang meraih pencarian paling banyak dalam Bisnis Internet berdasarkan google keyword tool.

Bisnis,peluang bisnis,bisnis online,formula bisnis,bisnis waralaba,peluang usaha,bisnis jaringan,bisnis investasi,bisnis sampingan,bisnis kecil,peluang bisnis 2009,rahasia bisnis online,formulabisnis,kerja sampingan,bisnis pulsa, jasa internet,langganan internet,untuk internet,akses internet,layanan internet,flexi internet,koneksi internet , telkom internet, situs internet, ,komputer internet, jaringan ,internet,pengertian internet, cbn internet,internet indonesia internet bisnis, indonesia cdma internet, cari uang di internet, info bisnis,bisnis baru,dunia bisnis,bisnis mlm,bisnis modal,prospek bisnis,kiat bisnis,bisnis warnet,usaha bisnis,usaha internet,situs bisnis,rencana bisnis,peluang usaha bisnis,memulai bisnis,sukses bisnis,peluang bisnis online,paket internet,belajar bisnis,bisnis komputer,cara bisnis,bisnis jasa,contoh bisnis, bisnis murah,indonesia bisnis,proposal bisnis,artikel bisnis,bisnis dari rumah,pengertian bisnis,informasi bisnis,bisnis mudah,setting internet,speedy internet,makalah bisnis,tentang bisnis,ahira,bisnis uang,strategi bisnis,tarif internet,kabel internet,manajemen bisnis,modem internet,pemasaran internet,duit dari internet,bisnis diusaha,uang internet,uang dari internet,strategi usaha,tentang, internet,peluang,cari duit di internet,mencari uang di internet,bekerja dari rumah,pengusah,cari uang,proposal pemasaran,mesin uang,mencari uang,cari duit,duit mudah,cari duit online,uang gratis,pendapatan sampingan.

Sedangakn keyword yang banyak dicari dan memiliki konversi tinggi diantaranya : affiliate program,bebas financial,belajar bisnis,belajar bisnis di internet,belajar bisnis internet,belajar bisnis online,belajar internet marketing,belajar internet marketing gratis,belajar marketing,bisnis com,bisnis dari internet,bisnis dari rumah,bisnis di internet,bisnis di internet tanpa modal,bisnis di rumah,bisnis forex online,bisnis Indonesia,bisnis indonesia online,bisnis internet,bisnis internet Indonesia,bisnis internet marketing,bisnis internet online,bisnis internet tanpa moda,,bisnis investasi,bisnis investasi online,bisnis lewat internet,bisnis melalui internet,bisnis murah,bisnis on line,bisnis online,bisnis online baru,bisnis online tanpa modal,bisnis online terbaru,bisnis online terpercaya,bisnis rumah,bisnis sampingan,bisnis sukses,bisnis toko online,bisnis uang,bisnis via internet,buku internet marketing,cara bisnis,cara bisnis online,cara usaha,cari duit,cari duit dari internet,cari duit di internet,cari uang,cari uang dari internet,cari uang di internet,cepat kaya,daftar bisnis online,ebook,ebook bisnis internet,formula bisnis,formula bisnis,informasi bisnis,informasi kerja,internet business,internet marketing,internet marketing center,internet marketing course,internet marketing ebook,internet marketing forum,internet marketing Indonesia,internet marketing online,internet marketing pdf,Internet marketing success,internet marketing tips,internet marketing tools,internet marketing tutorial,jutawan,kaya dari internet,kaya lewat internet,kaya raya,kebebasan financial,kerja dari rumah,kerja di rumah,kerja online,kerja sambilaN, kerja sampingan,kunci bisnis online,lowongan,lowongan kerja,memulai bisnis internet,memulai bisnis online,mencari kerja,mesin uang,online bisnis,online business,panduan bisnis internet,panduan bisnis online,pasif income,peluang,peluang bisnis,peluang bisnis di internet,peluang bisnis internet,peluang bisnis lewat internet,peluang bisnis online,peluang kerja,peluang usaha,peluang usaha di internet,peluang usaha online,penghasilan,penghasilan tambahan

Sedangkan yang paling banyak dicari orang melalui google tentang motivasi adalah motivasi,cerita motivasi,artikel motivasi,motivasi hidup, motivasi diri, motivasi sukses,motivasi belajar,motivasi kerja,jurnal motivasi,teori motivasi,buku motivasi,blog motivasi,film motivasi,motivasi pdf,sms motivasi,ebook motivasi, motivasi ppt,video motivasi,motivasi untuk,kata motivasi,kata kata motivasi,pengertian motivasi, motivasi berprestasi,ppt training motivasi,ceramah motivasi,pengaruh motivasi,motivasi islam

Kekuatan Pikiran, Dari Imajinasi Menjadi Terealisasi !!!

Setelah kita sudah memiliki sebuah mimpi yang besar dan menuliskannya dalam sebuah buku impian, maka proses selanjutnya adalah melakukan teknik Visualisasi. Hal ini merupakan bagian yang penting dan selalu selalu diajarkan oleh banyak guru-guru besar di dunia. Teknik ini kita lakukan dengan cara menciptakan gambar-gambaran dari impian yang kita inginkan di pikiran, buatlah seolah olah kita sudah memilikinya sekarang. Jadi dengan kata lain dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan teknik visualisasi ini berperan.

Menurut hukum tarik menarik ( law of attraction), teknik visualisasi ini layaknya seperti sebuah pemancar gelombang radio dan antena radio, ketika visualisasi sedang dilakukan, semacam ”frekuensi” terpancar ke alam semesta, hukum tarik menarik akan mendapatkan sinyal tersebut dan mengembalikan gambar-gambar terebut kepada kita, sama seperti yang dilihat di pikiran kita. Segala sesuatu yang kita inginkan untuk diwujudkan menjadi sebuah kenyataan yang ada di pikiran kita. Sungguh sangat menakjubkan bukan bagaimana cara hukum ini bekerja.

Menurut seorang fisikawan dan ilmuan besar Albert Einstein, “Energi mengikuti imajinasi”. Pernyataan ini mengandung arti bahwa imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi untuk mewujudkan impian kita. Dan Einstein telah membuktikan hal ini dengan mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler yang semula hanya berawal dari sebuah imajinasi. Jadi dapat dikatakan bahwa imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan terwujud dalam apa yang kita imajinasikan.

Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa dengan melakukan perencanaan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, pikiran bawah sadar dan fisik kita pun, baik disadari ataupun tidak akan mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan hal tersebut.

Di dalam kehidupan sehari hari pun, teknik visualisasi ini dapat kita lakukan dengan membayangkan hal-hal positif yang ada di dalam buku impian kita .

Untuk memberikan pembuktian terhadap bekerjanya hukum visualisasi ini, maka akan saya ceritakan kisah yang sangat inspirasional dan luar biasa dari seorang Mayor James Nesmeth, seorang tentara amerika yang ditugaskan ke Vietnam Utara namun tertangkap dan dipenjarakan selama tujuh tahun.

Perlu anda ketahui bahwa kondisi penjara Vietnam utara pada saat itu adalah jauh dari manusiawi dan tidak seperti penjara pada umumnya, keadaannya sangat pengap, kotor, bau dan tak ada siapapun untuk berinteraksi. Situasinya sungguh merupakan siksaan fisik dan mental yang luar biasa.

Namun Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak terpengaruh oleh hal hal seperti itu yang dapat mengakibatkan gangguan jiwa kepadanya. Maka setiap hari, ia berlatih mental. Empat jam dalam sehari ia melakukan visualisasi, membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail.

Dan setelah tujuh tahun, Mayor James Nesmeth pun dibebaskan dan dapat pulang ke negaranya. Ketika bermain golf di Negaranya, ia mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Sehingga hal tersebut membuat orang-orang keanehan dan bertanya kepada siapa dia berlatih.

Dengan tegas ia menjawab tidak dengan siapa pun !!. Saya hanya hanya berlatih dan bermain dengan imajinasi.

Hal ini benar – benar sebuah fakta. Sebuah teknik visualisasi yang hanya menggunakan kekuatan imajinasi ternyata berdampak pada hasil kemampuan sesungguhnya ketika dipraktekan

Jadi sekarang sudah jelas dan percayakan anda dengan kekuatan dari teknik visualisasi ini ??! percaya atau tidak, itu adalah sebuah hukum alam yang selalu dan benar benar terjadi secara alamiah. Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Jadi saran dari saya jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita.

Masalah Ada Bukan Tanpa Alasan

Setiap orang di dunia ini. Tak peduli siapapun, pastilah memiliki masalah bahkan mungkin ketika kita mati pun masih akan mendapatkan masalah, akan masuk kemana surge atau neraka.. Bahkan kecenderungannya semakin besar orang tersebut, semakin kaya, semakin sukses, semakin dewasa, maka masalah yang dihadapinya juga akan semakin besar. Namun perbedaan yang paling mendasar antara orang yang sukses dengan orang yang gagal adalah CARA BAGAIMANA MENYIKAPI MASALAH YANG ADA. Ada sebuah buku yang sangat menarik dan bagus sekali karangan Adi W. Gunawan yang berjudul “MANAGE YOUR MIND FOR SUCCESS”. Di dalam buku itu dijelaskan bahwa ketika kita fokus pada masalah yang ada, maka kita menutup jalan otak kita untuk bisa berpikir dan berkembang. Ujung-ujungnya, hanya mengeluh dan selalu merasa tidak pernah ada jalan keluar untuk masalah ini.

Sekali lagi, Masalah hanyalah gangguan yang memang harus ada dalam kehidupan Anda. Mereka layaknya polisi tidur yang banyak dijalan-jalan. Mereka akan memperlambat laju anda sebentar, tapi didepannya ada jalan mulus yang akan anda nikmati.

Mungkin ini bisa membantu anda tentang bagaimana cara terbaik ketika ada sebuah masalah yang mendatangi hidup anda…

  1. Yakinlah bahwa anda mampu menghadapi setiap masalah yang ada! Kepercayaan diri adalah kunci dalam mengatasi setiap permasalahan yang ada. Kalau anda percaya diri maka hal itu akan membuat syaraf – syaraf otak anda bekerja lebih maksimal.
  2. Hadapi setiap masalah yang ada, Jangan menghidari masalah! Menghindari masalah hanya akan memperburuk keadaan yang ada, dengan menghindari masalah maka akan mengakumulasikan permasalhan menjadi lebih berat dan tak terkendalikan.
  3. Selalu ada kebaikan dibalik semua masalah! Selalu ada hikmah dari setiap permasalahan yang ada. Orang besar banyak yang lahir dari sebuah permasalah besar karean ketika sebuah masalah datang menghampiri anda, hanya ada dua konsekuensi yang harus anda terima, anda Hancur atau tumbuh menjadi individu yang jauh lebih berkualitas. So, Fokus anda adalah untuk menjadi individu yag lebih berkualitas bukan??
  1. Fokus pada hasil akhir, bukan pada masalahnya! Masalah biasanya timbul ketika kita sedang dalam proses pencapaian suatu tujuan, apapun itu. Maka dari itu daripada kita mengeluhkan masalah-masalah yang ada, lebih baik berfokus pada hasil akhirnya. Ini akan membuat Anda lebih kuat anggap saja anda sudah semakin dekat dengan apa yang menjadi tujuan anda.

Akhir kata, tanpa bermaksud untuk menggurui dan hanya ingin sedikit berbagi apa yang pernah saya rasakan, Bila Anda saat ini merasa dalam keadaan sulit atau sedih ataupun dalam sebuah masalah besar, terimalah dahulu semua keadaan Anda saat ini. Caranya: dengan bersyukur atas apapun yang ada dan terjadi dalam kehidupan Anda saat ini. Kemudian kenalilah arti dari masalah yang sedang Anda hadapi. Selanjutnya bahagialah, karena apapun yang terjadi saat ini, adalah yang terbaik untuk Anda.

Sekian semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menginspirasi anda semua.

Jangan sekedar Bangga terhadap Indonesia

Pada saat postigan ini ditulis kita sudah 64 tahun merdeka. Pertanyannya apakah selama ini anda atau saya pernah bangga terhadap negara ini. Saya rasa amat sulit mengatakan kita “bangga” tapi sedikit yang bisa dibanggakan dari negara Indonesia.

Banyak yang mengatakan kita harus bangga karena hutan kita terbesar, banyak binatang langka, memiliki ribuan pulau dan Sumber daya Alam yang melimpah. TAPI Saya rasa bukan itu alasan kita bangga terhadap negara ini. Karena semua itu sudah ada dari dulu sebelum ada Indonesia

Lucunya bukannya kita menjaga malah merusaknya!!!

Walau begitu banyak kok usaha dari manusia yang berhasil membuat bangga Indonesia. Contohnya bulutangkis, atau para pemenang olimpiade pengtahuan itu.

Sayangnya jika dilihat persentase dari 200 juta orang lebih. Itu amatlah sedikit. Sekali.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai bangsa Indonesia. Gampang saja…

Jangan sekedar bangga terhadap Indonesia. Tapi buatlah Indonesia merasa BANGGA dengan apa yang anda lakukan.

Disini saya mengajak anda untuk berjuang sampai titik maksimal dalam bidang masing-masing. Hentikan sifat “Mengeluh”, Bersemangatlah terhadap apa yang anda lakukan. Karena saat anda sukses…walaupun sama sekali tidak berniat membanggakan Indonesia.

Nama negara akan ikut terangkat karena kesuksesan anda.

Jadi intinya disini saya ingin para pembaca untuk membanggakan negara ini. Jangan sekedar merasa bangga terhadap negara ini tapi tidak tahu apa yang dibanggakan.

Saya yakin walaupun Negara kita sedang susah PARAH. Tapi kita suatu saat pasti bisa mengubahnya. Di dunia ini memang ada beberapa hal yang tidak bisa kita ubah. Tapi kalau hanya sekedar membuat Negara Sejahtera dan Sukses…

Kita PASTI bisa melakukannya.

Selamat berjuang!!!

Jangan Pernah Katakan “Akan”

Pernahkah anda mempunyai impian yang ingin diwujudkan. Mempunyai target yang ingin dicapai. Saya tahu pasti anda memilikinya.. karena jika tidak! anda sudah termasuk orang yang gagal. Mengapa? Karena orang gagal adalah orang yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya.

Tapi saya percaya anda bukan orang gagal. Saya percaya anda adalah orang yang mempunyai mimpi!

Sekarang tinggal bagaimana caranya membuat mimpi anda menjadi kenyataan seperti cerita sukses pengemis yang lalu. Ada banyak jalan menuju Roma, disini saya hanya ingin memperkuat hati anda untuk segera mengambil salah satu jalan tersebut.

Saya kembali teringat sebuah kalimat motivasi yang bunyinya kurang lebih seperti ini.

Orang gagal mengatakan “aku akan sukses” berkali-kali
Namun orang sukses mengatakan “aku akan sukses” hanya satu kali saja.

Maksudnya adalah….Terkadang kita selalu mengucapkan keinginan untuk sukses berkali-kali namun tanpa tindakan yang nyata. Padahal kesuksesan ada karena ada sebuah tindakan.

Sebenarnya ada kesalahan dalam berfikir kita selama ini. Kita selalu mengatakan “akan” untuk mencapai tujuan..padahal mungkin itu bisa membuat kita malah tidak akan mewujudkannya. Coba deh berapa kali orang mengatakan ini :

  • Aku akan menjadi pengusaha
  • Aku akan mempunyai mobil
  • Aku akan menjadi presindent.

Apakah anda juga termasuk orang yang sering mengatakan itu semua? Lalu apa yang terjadi saat ini? Apakah anda masih gagal? Jika jawabannya “ya” berarti mungkin ini masalah anda :

Lupakanlah menggunakan kata “Akan”, itu hanya membuat anda semakin malas mengejar tujuan anda. Bahkan LEBIH PARAH mengurangi SEMANGAT anda. Gunakan saja kata “Pasti” untuk membuat hati anda menggelora seperti api :

  • Aku pasti menjadi pengusaha
  • Aku pasti mempunyai mobil
  • Aku pasti menjadi presindent.

Tanyakanlah kepada yang paling bisa anda percayai, yaitu hati anda. Tanyakanlah kepada hati anda “Apakah mimpi dan tujuan saya”. Lalu gunakan kata “PASTI” untuk mewujudkannya. Selamat Berjuang!!!

Cerita sukses seorang Pengemis

Tanggal 19 januari 2001, Di sebuah kota besar yang berada di planet ke tiga Galaksi MilkyWay. Pada sore hari ketika banyak orang pulang kerja. Ada satu orang pengusaha menaiki mobil BMW serta terlihat sedang terburu-buru. Dia turun dan menuju ATM terdekat untuk mengambil sejumlah uang.

Yang pasti uangnya dalam jumlah BESAR.

Di depan ATM itu ada seorang yang sedang duduk-duduk dilantai. Pakainnya kumuh, berlubang dan seperti tidak pernah dicuci. Sorot matanya menunjukkan seseorang yang tidak mempunyai harapan. Didepannya ada sebuah gelas berisi uang. Jika anda sedang berpikir dia adalah seorang pengemis.

Anda 100% benar.

Tapi si pengusaha dengan cueknya melangkah melewati si pengemis dan masuk ke dalam ruang ATM. Ternyata di dalam pengusaha itu tidak ingin mengambil uang, dia hanya sekedar ingin mentransfer uang.

Yang pasti transfernya dalam jumlah BESAR.

Ketika dia hendak keluar. Entah perasaan darimana si pengusaha menjadi iba kepada pengemis. WOW! dia mengambil dompet dari sakunya. Setelah melihat dari pojok kiri ke pojok kanan sisi dompet. Dia akhirnya berhasil menemukan uang dengan nominal paling kecil!

Seribu Rupiah dia berikan kepada si pengemis.

Terima Kasih tuan, Kata si pengemis dengan bibir tersenyum senang. Sampai senangnya dia mengambil uang seribuan itu dari gelas dan memegangnya dengan kuat. Hmmmmm… mungkin ini adalah pendapatan terbesarnya hari itu.

Exspresi dari pengusaha itu hanya tersenyum kecut. Tidak lebih dari itu! kemudian dia mulai meninggalkan si pengemis menuju mobil mewahnya. Lalu… entah kenapa! ketika dia ingin memasuki mobil… dia seperti tidak rela memberi uang dengan cuma-cuma kepada pengemis tadi.

Dasar Kikir! Dia berlari kembali menuju ke pengemis. Ketika ingin mengambil uang seribuan miliknya. Dia tertahan! atau tidak bisa karena uangnya masih digenggam oleh si pengemis.

Akhirnya tanpa pikir panjang!

Si Pengusaha mengambil gelas pengemis yang mungkin adalah harta satu-satunya. Dengan enteng dan terlihat seperti mengejek. Si pengusaha kikir itu berkata:

Kamu juga pengusaha bukan?

Kemudian pengusaha berlari kembali ke mobilnya. Dan si pengemis hanya bisa melongo. Walau samar-samar terlihat ada air yang keluar dari matanya.

Hmmmmm…

Bersamaan dengan itu terlihat langit sudah berwarna merah. Mataharipun mulai terbenam.

8 tahun kemudian….

Tepatnya tanggal 2 juli 2009. Di sebuah gedung mewah yang terdapat di kota besar di planet bumi. Si pengusaha sedang berada di kantornya. Melamun! bahkan terlihat seperti orang stres.

Tentu saja dia stres! Gara-gara krisis ekonomi global, bisnisnya hampir bangkrut! tinggal menunggu hari saja dia akan menjadi miskin. Suatu hal yang tidak pernah dia rasakan seumur hidup. Belum lagi tanggungan hutang yang tidak bisa dia bayar.

Bukan hanya jatuh miskin, mungkin dia akan masuk penjara karena tidak bisa melunasi hutangnya.

Tiba-tiba!

Telepon berdering. Ternyata itu dari sekertarisnya. “Pak ada orang yang mau bertemu dengan bapak”.

Sebenarnya pengusaha itu sedang malas menemui siapa-siapa. Apalagi orang yang tidak dikenalnya. Namun dia putuskan untuk menemui si tamu misterius ini.

Tamu misterius itu pun masuk. Lalu diikuti dengan basa-basi singkat seperti perkenalan nama dsb. Lalu pengusaha pun menanyakan maksud kedatangan si tamu.

ALANGKAH KAGETNTA!

Tamu misterius itu mau menginvestasikan uang dalam jumlah besar dalam perusahaannya. Bahkan jumlah uang itu juga sanggup melunasi hutang perusahaan. Pengusaha itu hanya melongo tidak percaya.

Tapi sebelum si pengusaha berhenti dari kegiatan melongonya. Si tamu misterius itu berkata :

Mungkin bapak sudah lupa terhadap saya. Dulu saya adalah pengemis yang sering mangkal di depan ATM. Gara-gara bapak dulu ngomong kayak gini Kamu juga pengusaha bukan?

Saya waktu itu benar-benar terharu.

Anda tidak menganggap saya sebagai pengemis seperti orang lain, melainkan penjual yang sedang menjual barang.

Waktu itu juga saya berhenti mengemis. Lalu merintis usaha saya sendiri. Dan bisa bapak lihat akhirnya saya BERHASIL

Jadi begitulah Saudara kesuksesan PASTI berawal dari sebuah motivasi. Memang Cerita diatas hanyalah kisah fiksi. Tapi saya harap setelah membaca cerita ini…anda bisa membuatnya menjadi kisah nyata.

Belajar dari kesalahan orang lain

Sebutan kesuksesan mungkin menjamin semua orang ingin meraih apapun yang diiingainkannya, Tapi jika kita mau melihat orang lain terlebih dulu. Kita bisa memetik kesuksesan itu jauh lebih cepat. Mengapa? Kenapa? Dan apa?

Belajarlah dari kesalahan orang lain!

Karena dengan belajar dari kesalahan orang sukses. Anda bisa menghindarinya lalu berjalan maju untuk meraih apa yang diinginkan. Kadangkala kita selalu berfikir bagaiman saya bisa sesukses orang itu. Tapi yang selalu dilihat adalah cara menjadi sukses, tidak pernah melihat kesalahan dari orang lain tersebut.

Maksudnya adalah belajarlah dari kesalahan dari pesaing supaya kita bisa menghindari kesalahan tersebut. Adalah hal yang TOLOL jika anda melakukan kesalahan padahal sudah melihat orang lain terlebih dahulu membuat kesalahan itu.

Nah, disini kuncinnya!

Perhatikan kesalahan orang lain, pelajari ambil solusinya jika ada. Kemudian melangkah pasti menuju target. Tanpa harus khawatir kesalahan itu akan menghalangi jalan anda.

Benar saudara motivasi belajar dari kesalahan orang lain adalah hal MUTLAK yang harus dipahami secara mendalam. Anda tidak bisa mentertawakan orang lain ketika salah, yang harus anda lakukan adalah bertanya dalam hati “Kenapa orang itu melakukan kesalahan”.

Tapi ingat jangan pernah tiru orang lain. Pelajari saja!

Coba renungkan apa yang baru saya katakan tadi. Belajarlah bukan hanya bagaimana cara orang lain sukses, tapi bagaimana cara orang lain mendapatkan kegagalan dalam hidupnya.

KUATKAN kembali tekad anda. Pandang masa depan anda! Lihat kembali kesalahan pesaing anda dan tetap SEMANGAT dalam menghadapi tantangan.

Buat apa takut menghadapi sebuah tantangan yang sudah anda lihat dan terjadi kepada orang lain. Anda sudah punya solusinya! TERUS MAJU, gapai impian anda.

Menangislah sekarang kemudian Tersenyumlah saat orang lain bertepuk tangan.

Jangan pernah tiru orang lain

Manusia itu sudah ditakdirkan untuk menjadi berbeda-beda bahkan pada anak kembar sekalipun. Jadi jangan pernah sekalipun berikap latah meniru-niru apa yang dilakukan orang lain untuk mencapai kesuksesan.

Tapi bukankah kita harus belajar dari orang lain yang sudah sukses? Ya Benar! tapi belajar bukan harus meniru bukan.

Walau begitu tidak masalah jika anda terisnpirasi dari orang lain. Harap bedakan terinspirasi dengan meniru.

Meniru adalah orang yang plagiat. Meniru apapun dari orang lain tanpa pernah berimprove untuk mengembangkan diri. Sedangkan terinspirasi adalah orang yang mengembangkan ide setelah melihat Apa yang dilakukan oleh orang lain.

NAH!

Jika sudah tersadar lekas hentikan kegiatan plagiat itu sekarang. Pelajari apa yang orang lain lakukan lalu kembangkan sehingga menjadi metode tersendiri. Dengan begitu otomatis kesuksesan sudah berada di tangan anda. PASTI!

Misalkan saja sekarang banyak orang buka warnet, ya kita tahulah internet sudah banyak digandurungi oleh orang. Dari sekian banyak warnet itu anda lihat ada satu yang sukses. Tiba-tiba anda ingin menjadi seperti dia. Sukses menjadi dia.

Akhirnya dengan hutang sana sini dan jual rumah akhirnya anda punya uang untuk membuat warnet. Kemudian ditiru persislah apa yang dilakukan oleh satu warnet yang sukses itu. Jika sukses saya ucapkan syukur, tapi saya pasti akan menangis melihat kegagalan anda dalam bisnis warnet.

Ya! memang boleh meniru kesuksesan orang lain tapi jangan plagiat. Kembangkan metode anda sendiri. Boleh saja membuka warnet, namun apa yang membuat orang mau mengunjungi warnet anda. Apakah biayanya lebih murah, tempatnya bagus, ada makanan dan minuman. Pokoknya buat metode anda sendiri….

Tidak ada orang sukses karena PLAGIAT tapi melainkan orang kreatif yang akan sukses

Teknik Motivasi Terbaik: Salahkan diri anda sendiri

Memotivasi diri dengan kesalahan? Bagaimana Caranya!

OK! Berikut Teknik Motivasi yang saya maksudkan…

Semua orang pernah gagal, tapi dari semua orang itu hanya sedikit yang tahu cara mengubahnya menjadi Kesuksesan. Lalu kenapa ada yang bisa bangkit dan ada banyak yang menyerah. Jawabannya mudah! Karena yang mampu bangkit adalah mereka yang mau mengakui kesalahan pada diri mereka.

INGAT INI BAIK-BAIK!

Teknik Motivasi terbaik untuk bangkit dari kegagalan adalah dengan cara menyalahkan diri sendiri.

Memang benar kegagalan maupun keberhasilan seseorang PASTI juga di tentukan oleh orang lain. Tapi 90% kontribusinya tetap pada diri anda. Artinya walaupun semua orang yang ada di dunia ini membantu, tapi jika tidak segera berubah! SELAMANYA ANDA TETAP GAGAL.

Bahkan Tuhan tidak akan pernah menolongmu, jika tidak sesegera mungkin melakukan PERUBAHAN.

Camkan Ini baik-baik : Bersyukurlah karena anda telah melakukan kesalahan. Karena dengan kesalahan itulah anda segera belajar untuk tidak mengulanginya lagi. Dan ini akan memotivasi diri untuk segera menghadapi tantangan selanjutnya. PASTI akan terasa lebih MUDAH karena anda memang mempunyai motivasi belajar dari kesalahan.

Jika ini benar-benar dilakukan “Memotivasi diri dari kesalahan“. Saat tujuan telah tercapai anda tidak akan merasa telah bekerja keras, tapi sebaliknya malah seolah-olah merasa telah bersenang-senang .

YA! memotivasi diri untuk selalu mencari kesalahan dan kemudian mengenal diri sendiri untuk memperbaiki kesalahan itu adalah teknik motivasi yang harus anda camkan BAIK-BAIK.

TENTU BUKAN mencari-cari kesalahan diri sendiri. Biarlah secara alami saat melakukan usaha anda menemukan kesalahan itu. BERSYUKURLAH! karena dengan kesalahan itu ANDA BISA langsung memperbaiki dan meninggalkan pesaing-pesaing anda.

Jadi ini yang maksud teknik motivasi menyalahkan diri sendiri. Ada pertanyaan silahkan KOMENTAR.

Nilai Diri Kita

Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:

“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”

Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.

“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”

Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan. :)

***

Sahabat Resensinet, cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000

Sahabat resensinet, seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.

Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.
Kita tetap tak ternilai di mata Allah.

Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.

Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.
Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.

Guys, thanks for reading. Hope u r well and please do take care. Wassalamualaikum wr wb. Salam hangat!!!

KETIKA AKU SUDAH TUA

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu
kali kuceritakan agar kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan
mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk
mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang
temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Mengasah Kemampuan Diri

Seorang penebang mengasah kapaknya untuk mengumpulkan kayu. Seorang pemburu mengasah pisau dan mengencangkan busur. Seorang penulis meraut pensil. Mereka semua harus memperbarui peralatannya. Mereka itu adalah anda dan saya. Ini adalah prinsip sederhana tentang produktivitas. Tentu, tidak akan banyak pohon yang bisa ditebang oleh kapak yang telah tumpul dan aus. Tidak akan ada buruan yang mampu ditaklukkan oleh busur yang telah renta. Tidak ada sebuah kata bisa tertulis dari pensil yang patah. Maka, apa yang harus kita asah agar tetap meraih kehidupan pribadi dan karier yang penuh dan berlimpah?Anda memiliki sesosok tubuh yang pasti renta terkikis usia. Juga kecerdasan
yang segera tak banyak berarti tertinggal kemajuan jaman. Serta sekepal hati
nurani yang mudah diburamkan oleh debu-debu dunia. Maka tiada yang patut kita rawat selain tubuh agar senantiasa menjadi rumah yang nyaman bagi jiwa. Tiada yang perlu kita asah selain pikiran dan ketrampilan agar selalu dapat digunakan untuk membuka pintu kemakmuran. Serta, tiada yang harus kita pertajam selain hati nurani yang memungkinkan kita mendengar nyanyian kebahagiaan hidup ini.

Sumber : milis indonesia-community

Dunia memberi apa Yang kita Fokuskan

bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil

Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita.

Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri

Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Kamis, 21 Januari 2010

Penyalahgunaan Alkohol dan Ketergantungan

Obat

Obat dapat digunakan untuk membantu mengobati ketergantungan alkohol dan penyalahgunaan. Beberapa obat-obatan mengurangi gejala penarikan selama detoxification. Obat-obatan lainnya membantu Anda tinggal seadanya panjang selama proses pemulihan.
Obat Choices

Obat-obatan lebih sering digunakan untuk mengobati gejala penarikan selama detoxification termasuk:

* Antianxiety obat-obatan (benzodiazepines seperti diazepam), yang merawat dengan gejala seperti igauan tremens (DTS).
* Penyitaan obat-obatan untuk mengurangi atau menghentikan parah gejala penarikan selama detoxification.

Obat-obatan yang digunakan untuk membantu Anda tetap bijaksana termasuk:



* Disulfiram (Antabuse), yang akan mengurangi kenikmatan menghasilkan alkohol dan membuat anda sakit perut anda ketika anda minum.
* Naltrexone (ReVia, Vivitrol), yang dengan senang interferes anda dapatkan dari minum. Vivitrol adalah sekali-a-bulan suntikan yang digunakan untuk mengobati ketergantungan alkohol.
* Acamprosate (Campral), yang dapat mengurangi perdambaan untuk alkohol.
* Topiramate (Topamax), obat-obatan yang digunakan untuk mengobati serangan. Salah satu studi baru-baru ini menunjukkan bahwa hal itu juga dapat membantu mengobati alkohol problems.6 Ahli adalah belajar bagaimana ini obat-obatan, dan obat-obatan seperti itu, mungkin dengan membantu pemulihan dari penyalahgunaan alkohol dan addiction.

Tentang apa yang harus dipikirkan

Penyalahgunaan alkohol bisa menyebabkan tubuh Anda menjadi rendah dalam beberapa vitamin dan mineral, terutama thiamine (vitamin B1). Anda mungkin perlu mempertimbangkan thiamine suplemen untuk meningkatkan gizi selama pemulihan. Thiamine membantu mencegah sindroma Wernicke-Korsakoff, yang menyebabkan otak damage.7

Anda juga mungkin perlu suplemen untuk membantu menggantikan cairan dan electrolytes.

The US Food and Drug Administration (FDA) telah mengeluarkan sebuah nasihat tentang injectable bentuk naltrexone. Anda mungkin memiliki kulit reaksi di tempat suntikan, tempat dimana gambar yang diberikan. Panggil dokter jika Anda akan melihat adanya perubahan kulit di tempat suntikan, seperti pembengkakan, kesakitan, kemerahan, atau sakit, yang tidak meningkatkan atau makin besar dalam waktu 2 minggu.

By : keluarmasuk1.blogspot.com

Sikap Optimis dapat Meningkatkan Kesehatan

Optimisme

Apa yang dimaksud dengan optimisme atau bersikap optimis? Optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, bagaimana perasaan seorang optimis? Seorang yang berpikiran positif atau berpikir secara optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Hal ini bukan berarti bahwa ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya, ia menerima dan memeriksa masalahnya. Lalu, sejauh keadaan memungkinkan, ia bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi.

Bertolak belakang dengan optimisme, pandangan pesimistis akan menganggap kegagalan dari sisi yang buruk. Umumnya seorang pesimis sering kali menyalahkan diri sendiri atas kesengsaraannya. Ia menganggap bahwa kemalangan bersifat permanen dan hal itu terjadi karena sudah nasib, kebodohan, ketidakmampuan, atau kejelekannya. Akibatnya, ia pasrah dan tidak mau berupaya.

Berpikir positif juga menjadi kunci sukses untuk mengelola stres. Optimisme akan membuat seseorang menghadapi situasi tidak menyenangkan dengan cara positif dan produktif.

Manfaat Berpikir Positif

Para ilmuwan telah membuat kesimpulan atas riset selama puluhan tahun tentang manfaat berpikir positif dan optimisme bagi kesehatan. Hasil riset menunjukkan bahwa seorang optimis lebih sehat dan lebih panjang umur dibanding orang lain apalagi dibanding dengan orang pesimis. Para peneliti juga memperhatikan bahwa orang yang optimistis lebih sanggup menghadapi stres dan lebih kecil kemungkinannya mengalami depresi. Berikut ini beberapa manfaat bersikap optimis dan sering berpikir positif.

  • Lebih panjang umur
  • Lebih jarang mengalami depresi
  • Tingkat stres yang lebih kecil
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit
  • Lebih baik secara fisik dan mental
  • Mengurangi risiko terkena penyakit jantung
  • Mampu mengatasi kesulitan dan menghadapi stres

Mengapa manfaat ini bisa diperoleh bagi orang yang optimis dan berpikiran positif? Karena biasanya orang yang optimis akan menghindari kegiatan yang dilakukan orang yang pesimis dalam menghadapi stres dan tekanan hidup. Orang pesimis ketika menghadapi stres akan mengalihkan perhatian dengan kegiatan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan menikmati makanan tanpa terkendali. Sedangkan seorang optimis akan melakukan lebih banyak aktivitas fisik, mengikuti diet sehat, serta mengurangi rokok dan alkohol.

Cara untuk Bersikap Lebih Optimistis

Jika Anda sering berpikir secara negatif terhadap orang lain ataupun terhadap situasi yang berat, bukan berarti Anda tidak dapat berpikir positif. Anda dapat mengubah cara berpikir negatif menjadi positif. Tidaklah sulit untuk melakukannya, namun membutuhkan waktu dan latihan untuk membuat kebiasaan baru ini. Berikut ini beberapa cara untuk lebih optimistis dan memiliki pikiran dan sikap yang positif.

  • Periksa diri Anda

    Sewaktu Anda berpikir bahwa Anda tidak akan bisa menikmati suatu peristiwa buruk atau tidak akan sukses melakukan suatu tugas, segera singkirkan pikiran itu. Berfokuslah pada hal positif yang akan dihasilkan.

    Lakukan pemeriksaan secara berulang. Jika pikiran negatif lebih banyak, maka segera alihkan dengan pikiran positif.
  • Ikuti gaya hidup sehat

    Berolahraga tiga kali sehari dapat mengubah suasana hati menjadi positif dan mengurangi stres. Pola makan yang sehat juga mempengaruhi pikiran dan tubuh. Serta coba mengelola stres Anda.
  • Nikmati pekerjaan

    Berupayalah menikmati pekerjaan Anda. Tidak soal pekerjaan Anda, carilah aspek-aspek yang menyenangkan Anda.
  • Cari teman yang positif

    Carilah teman-teman yang memandang kehidupan dengan positif. Orang-orang demikian adalah orang yang optimis dan selalu mendukung Anda dengan memberi saran yang baik.

    Sebaliknya jika Anda dikelilingi oleh orang-orang pesimis, akan meningkatkan stres Anda bahkan membuat Anda ragu untuk mengelola stres dengan cara yang sehat.
  • Hadapi dan terima

    Hadapilah situasi yang dapat Anda kendalikan; berupayalah menerima situasi yang tidak dapat Anda kendalikan.
  • Miliki rasa humor

    Cobalah untuk tersenyum dan tertawa khususnya saat menghadapi saat yang sangat sulit. Carilah kejadian yang mengundang tawa dalam kegiatan sehari-hari. Rasa humor yang baik membantu seseorang memiliki pikiran, emosi, dan perilaku yang lebih positif.
  • Catat hal baik

    Setiap hari, catatlah tiga hal baik yang Anda alami.
  • Aturan sederhana

    Jangan katakan apapun kepada diri Anda sesuatu yang tidak ingin Anda katakan ke orang lain.

Memang untuk bersikap optimistis sangatlah tidak mudah. Bencana alam, beban hidup, dan juga musibah bisa terjadi yang membuat banyak orang merasa sulit untuk berpikiran positif. Namun dengan berupaya bersikap optimis dan berpikir positif akan menghasilkan kehidupan yang lebih sehat dan lebih memuaskan. Jangan menyerah!

By : keluarmasuk1.blogspot.com

Pijat Tepat, Badan Segar

Jenis Pijat

Kini, dengan berbagai metode dan alat bantu yang digunakan, jenis pijat yang dikenal sudah beraneka ragam, mulai dari pijatan yang lembut sampai pijatan keras yang mungkin tidak disukai. Bila Anda sedang merasakan pegal-pegal dan ingin merasakan pijatan yang menyenangkan, beberapa pilihan pijat bisa dicoba dari yang tradisional seperti urut hingga ke pijat internasional dari negara asing seperti dari Thailand, Jepang, Swedia, bahkan Hawaii. Beberapa pilihan pijat berikut ini dapat dicoba tergantung selera dan kebutuhan Anda.

  • Pijat Tradisional

    Pijat yang paling dikenal di Indonesia, biasa dikenal dengan istilah urut. Khususnya di daerah pedesaan, pijatan tradisional ini dianggap dapat menyembuhkan penyakit. Pijatan jenis ini biasanya ditekan dengan kuat. Dengan menggunakan telapak tangan dan ibu jari, otot-otot yang tegang dapat lemas kembali sehingga tubuh lebih segar. Beberapa pemijat menggunakan minyak kelapa sebagai pelengkap.
  • Pijat Refleksi

    Refleksologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang pijat di titik-titik tubuh tertentu. Ilmu ini berasal dari Cina. Pijat refleksi dapat dilakukan dengan tangan dan benda-benda lain berupa kayu, plastik, atau karet. Pemijat mempunyai pengetahuan tentang titik saraf manusia khususnya pada bagian telapak kaki dan tangan. Jika Anda menderita salah satu penyakit pada organ dalam tubuh Anda, biasanya pemijat akan mengetahui melalui pijatan di kaki. Pijat refleksi sering dijadikan pengobatan alternatif untuk berbagai penyakit yang umum seperti pada jantung, pencernaan, bahkan untuk masalah kesuburan.
  • Shiatsu

    Shiatsu merupakan teknik memijat yang berasal dari Jepang. Pijatan ini dikhususkan dengan menekan menggunakan jari atau telapak tangan secara kuat pada titik-titik tertentu pada bagian tubuh. Manfaatnya adalah untuk memperbaiki organ tubuh yang mengalami gangguan. Biasanya para pemijat yang sudah ahli akan mengetahui titik-titik mana yang harus ditekan untuk menghilangkan penyakit yang dialami pasien. Pemijatan ini mirip dengan totok.
  • Hot Stone Massage

    Seperti namanya hot stone massage atau pijat batu panas, maka pada pemijatan ini digunakan batu vulkanik yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu. Kemudian batu yang cukup panas itu diletakkan pada tubuh selama kurang lebih 10 menit sampai hangat pada batu hilang. Pemijat tidak akan menekan tubuh dengan keras dan sering. Hanya pada bagian tangan dan kaki saja. Meletakkan batu yang panas akan menyebabkan pembuluh darah melebar sehingga akan memudahkan menghisap racun-racun yang ada dalam tubuh. Batu panas juga akan membuat Anda merasa rileks.
  • Swedish Massage

    Swedish massage atau pijat Swedia diperkenalkan oleh Per Henrik Ling pada awal abad ke-19. Jenis pijatan ini sudah dikenal di Eropa dan dunia Barat. Teknik memijatnya tidak terlalu keras dan menggunakan telapak tangan yang memberi tekanan pada otot dan tulang. Untuk Anda yang menyukai pijatan lembut untuk relaksasi, Anda dapat mencoba pijatan ini.
  • Thai Massage

    Thai massage atau pijat Thai menggunakan energi tubuh dan lembut. Manfaatnya adalah untuk relaksasi bahkan mampu membangkitkan gairah terhadap pasangan. Pemijat akan melakukan gerakan yang lembut seperti sedang menari. Pemijat akan menarik badan Anda hingga terdengar bunyi otot Anda, bahkan pemijat juga akan menggunakan kaki untuk menambah kelenturan otot.
  • French Massage

    French massage atau pijat Perancis berasal dari negeri yang terkenal dengan wanita yang cantik dan langsing yaitu Perancis. Pijatan ini berfungsi menambah kecantikan. Pada proses pemijatan, akan digunakan aromaterapi, scrub, minyak esensial yang akan membantu menghilangkan lemak pada tubuh dan menambah kebersihan kulit.
  • Hawaian Massage

    Anda akan ditekan dengan keras pada pijatan ini. Pemijat menggunakan siku yang akan ditekan dengan kuat. Cocok bagi Anda yang habis kerja dan mengalami pegal-pegal pada tubuh.

Manfaat Pijat

Pijat dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit fisik. Berbagai masalah kesehatan bisa diatasi dengan pijatan yang tepat. Badan yang lelah juga dapat segar kembali setelah dipijat.

Namun, pijat tidak hanya berguna untuk kesembuhan penyakit fisik, tetapi juga dapat membantu membuat rileks pikiran sehingga dapat mengurangi stres dan membuat nyaman. Pada beberapa kasus, pijatan juga dapat membantu penderita insomnia atau sulit tidur.

Pijatan yang Efektif

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya Anda mandi terlebih dahulu sebelum mulai memijat. Debu atau keringat pada badan yang kotor dapat meresap ke pori-pori atau menghambat penyerapan minyak esensial yang digunakan pada pijat jenis tertentu.

Anda juga dapat menanyakan jenis pijatan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Apakah Anda ingin dipijat dengan tekanan keras atau lembut. Bagi Anda yang menderita penyakit diabetes, jantung atau darah tinggi, ada baiknya Anda menanyakan dahulu ke dokter. Tekanan pada pijatan yang kerasa dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh Anda yang bermasalah akibat penyakit tadi. Jangan lupa untuk melihat kebersihan tempat Anda akan dipijat, karena tempat yang kotor dapat menjadi sarana penularan penyakit dari satu orang ke orang lainnya.

Rasanya, pegal Anda akan hilang setelah dipijat dengan tepat. Bila Anda ingin rileks dan menyegarkan pikiran, coba saja pilih jenis pijat yang sesuai. Tubuh sehat, pikiran tenang dan kulit akan menjadi cantik dengan dipijat.

By : keluarmasuk1.blogspot.com

Mengapa Berhenti Merokok?

Merokok

Rokok telah menjadi benda kecil yang paling banyak digemari. Merokok telah menjadi gaya hidup bagi banyak pria dan wanita, bahkan termasuk anak-anak dan kaum remaja. Kebiasaan merokok telah mengakibatkan banyak penyakit dari gangguan pernapasan hingga kanker. Meski menyadari bahaya merokok, orang-orang di seluruh dunia masih terus mengisap belasan milyar batang rokok setiap harinya.

Jumlah perokok di Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di dunia. Jumlah perokok di negara-negara berkembang jauh lebih banyak dibanding jumlah perokok di negara maju. Angka yang sangat memprihatinkan mengingat akibat buruk dari merokok baru akan dirasakan dalam jangka panjang.

Kandungan Sebatang Rokok

Zat apa saja yang terdapat dalam sebatang rokok? Nikotin merupakan zat utama yang terdapat pada rokok. Namun, lebih dari 700 jenis bahan kimia tambahan kemungkinan digunakan oleh perusahaan rokok untuk menambah kenikmatan merokok. Beberapa bahan bahkan begitu beracun sehingga beberapa pabrik rokok besar biasanya akan memiliki standar yang tinggi untuk membuang bahan-bahan beracun yang sangat berbahaya tersebut.

Perokok pasif bisa mendapat dampak negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok dihirup mereka.
Selain itu, asap rokok mengandung 4.000 zat kimia, termasuk arsenik, aseton, butan, karbon monoksida, dan sianida. Asap rokok yang dihirup oleh perokok maupun perokok pasif akan menganduk 43 zat yang diketahui menyebabkan kanker. Itu sebabnya bagi perokok pasif bisa mendapat dampak negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok dihirup mereka.

Bahaya Rokok

Apa saja akibat buruk dari gaya hidup yang merusak kesehatan ini? Apa saja penyakit yang disebabkan karena merokok? Berikut ini beberapa penyakit dan dampak negatif yang disebabkan karena merokok:

  • Penyakit Jantung

    Rokok juga merupakan salah satu penyebab utama serangan jantung. Kematian seorang perokok akibat penyakit jantung lebih banyak dibanding kematian akibat kanker paru-paru. Bahkan rokok rendah tar atau rendah nikotin tidak akan mengurangi risiko penyakit jantung. Karena beberapa dari rokok-rokok yang menggunakan filter meningkatkan jumlah karbon monoksida yang dihirup, yang membuat rokok tersebut bahkan lebih buruk untuk jantung daripada rokok yang tidak menggunakan filter.

    Nikotin yang dikandung dalam sebatang rokok bisa membuat jantung Anda berdebar lebih cepat dan meningkatkan kebutuhan tubuh Anda akan oksigen. Asap rokok juga mengandung karbon monoksida yang beracun. Zat beracun ini berjalan menuju aliran darah dan sebenarnya menghalangi aliran oksigen ke jantung dan ke organ-organ penting lainnya. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah sehingga lebih memperlambat lagi aliran oksigen. Itu sebabnya para perokok memiliki risiko terkena penyakit jantung yang sangat tinggi.
  • Kanker Paru-Paru

    Asap rokok dari tembakau mengandung banyak zat kimia penyebab kanker. Asap yang diisap mengandung berbagai zat kimia yang dapat merusak paru-paru. Zat ini dapat memicu terjadinya kanker khususnya pada paru-paru. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling umum yang diakibatkan oleh merokok. Penyebaran kanker paru-paru dalam tubuh terjadi secara senyap hingga menjadi stadium yang lebih tinggi. Dalam banyak kasus, kanker paru-paru membunuh dengan cepat.
  • Emfisema

    Perokok berat yang sudah bertahun-tahun akan mengalami emfisema. Emfisema merupakan penyakit yang secara bertahap akan membuat paru-paru kehilangan elastisitasnya. Jika paru-paru kehilangan keelastikannya, maka akan sulit untuk mengeluarkan udara kotor. Tanda-tandanya adalah mulai mengalami kesulitan bernapas pada pagi dan malam hari. Lalu mudah terengah-engah. Tanda lainnya adalah sering mengalami flu berat, disertai dengan batuk yang berat, dan mungkin dengan bronkhitis kronis. Batuknya sering kali tidak berhenti dan menjadi kronis.
  • Lebih Cepat Tua

    Hasil penelitian terhadap para perokok menunjukkan bahwa wajah para perokok pria maupun wanita lebih cepat keriput dibandingkan mereka yang tidak merokok. Proses penuaan dini tersebut meningkat sesuai dengan kebiasaan dan jumlah batang rokok yang dihisap. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa para perokok berat memiliki keriput pada kulit hampir lima kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok. Bahkan proses penuaan dini sudah dimulai bagi para remaja yang merokok seperti kulit keriput, gigi menguning, dan nafas tak sedap.
  • Kerusakan Tubuh

    Dampak negatif merokok tidak hanya membahayakan paru-paru, jantung, dan saluran pernapasan. Kebiasaan merokok menurut penelitian bisa merusak jaringan tubuh lainnya. Belasan penyakit yang berkaitan dengan penggunaan tembakau bahkan mencakup pneumonia (radang paru-paru), penyakit gusi, leukemia, katarak, kanker ginjal, kanker serviks, dan sakit pada pankreas. Penyebabnya karena racun dari asap rokok menyebar ke mana-mana melalui aliran darah. Merokok dapat mengakibatkan penyakit di hampir setiap organ tubuh.

Mengapa Berhenti Merokok?

Apakah Anda menyadari bahaya merokok? Akibat merokok terhadap kesehatan tubuh benar-benar merugikan. Menurut statistik, di seluruh dunia, jumlah perokok yang meninggal karena penyakit akibat merokok berjumlah hampir tiga kali jumlah orang yang meninggal karena alkohol dan narkoba. Bahkan jumlah perokok yang meninggal karena penyakit tersebut berjumlah enam kali lipat dibandingkan karena kecelakaan mobil. Selain itu, usia perokok biasanya 13 hingga 14 tahun lebih pendek daripada orang yang tidak merokok.

Setelah membaca fakta-fakta ini, apakah Anda akan menjadi seperti perokok yang meskipun telah membaca begitu banyak fakta mengerikan sehubungan dengan merokok kemudian memutuskan untuk berhenti membaca artikel tersebut? Atau Anda berani mengatakan tidak kepada rokok?

By : keluarmasuk1.blogspot.com

Artikel: Menembus SPMB dengan Jurus 3K

STRATEGI TEMBUS SPMB DENGAN JURUS 3K
Oleh : ARIEF ACHMAD

Ujian akhir nasional (UAN) telah usai dan dari 1.891.339 peserta ujian akhir nasional (UAN) sekolah menengah atas/madrasah (SMA/MA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun 2004, hanya 88,55 persen (1.674.781 peserta) yang berhasil melewati nilai standar kelulusan 4,01 ke atas (¡Ý 4,01).

Setiap lulusan SMA/MA dan SMK (baca : sekolah menengah tingkat atas¡ªSMTA) berhak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, perguruan tinggi (PT), baik PT negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Akan tetapi, seperti sudah menjadi tradisi tahunan, para siswa umumnya berbondong-bondong mendaftarkan dirinya menjadi calon mahasiswa PTN melalui jalur sistem penerimaan mahasiswa baru (SPMB). Walaupun untuk itu terkadang mereka bertindak tidak rasional dan proporsional.

Tidak sedikit calon mahasiswa mengikuti SPMB berdasarkan ¡°mode¡± belaka, ikut-ikutan, mengikuti arus teman. Pilihan program studi mereka di PTN pada galibnya adalah jurusan-jurusan atau fakultas-fakultas ¡°favorit¡± yang diminati oleh banyak calon mahasiswa. Umpamanya, kedokteran umum, arsitektur, teknik informatika, komputer, ekonomi, manajemen, akuntansi, sastra Inggris, dan lain-lain. Padahal untuk dapat diterima di situ dibutuhkan nilai ujian yang tinggi, mengingat banyaknya peminat. Jadi, semakin banyak calon mahasiswa yang meminati suatu program studi di PTN, maka akan semakin tinggi pula nilai ujian yang harus diperolehnya untuk diterima di sana. Begitu pula sebaliknya.

Seluruh PTN di Indonesia yang menyelenggarakan SPMB hanya akan menerima 86.607 mahasiswa baru yang tersebar pada 1.615 program studi (Kompas, 11 Juni 2004). Kalau lulusan SMTA yang ikut SPMB diasumsikan sekira setengah juta orang, berarti yang tidak lulus SPMB jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang lolos.

Demikian sulitkah untuk menembus SPMB? Tidak juga, kalau calon mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan menerapkan strategi tembus SPMB dengan jurus 3K, yakni Kesempatan, Kemampuan, dan Kemauan, sebagaimana dielaborasi di bawah ini.

Kesempatan

Pada hakikatnya, menjadi peserta SPMB adalah suatu kesempatan, suatu peluang yang sudah semestinya disikapi secara positif oleh para siswa lulusan SMTA.

Setiap lulusan SMTA bisa mengikuti SPMB sampai tiga kali. Sewaktu baru lulus, setahun setelah lulus, dan dua tahun setelah lulus. Bagi siswa lulusan 2004 , SPMB tahun ini adalah kesempatan pertama untuknya dan jika tidak diterima, masih ada dua kesempatan lagi (2005, 2006). Bagi lulusan 2003, jika tidak diterima tahun ini, maka tinggal satu kesempatan (2005). Dan bagi lulusan 2002, tahun sekarang merupakan kesempatan terakhir untuknya, jika tidak diterima, maka hilanglah peluang menjadi mahasiswa PTN melalui SPMB.

SPMB 2004 diikuti 49 PTN seluruh Indonesia yang terbagi ke dalam tiga regional, yakni regional I meliputi PT di wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat; regional II : Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur; dan regional III : Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. (Data lengkap PTN per regional dapat dilihat di Buku Petunjuk SPMB 2004 atau di http://www.spmb.or.id)

SPMB diselenggarakan di kota-kota di mana PTN berada dan di kota-kota lain yang oleh panitia dianggap strategis. Seleksi ujian tersebut diselenggarakan pada saat yang bersamaan dan menggunakan soal yang sama atau setara. Peserta ujian disarankan memilih tempat ujian yang paling dekat dengan tempat tinggalnya.

Tempat ujian tidak merupakan kriteria penerimaan, sehingga peserta ujian tidak perlu mengikuti ujian di tempat program studi atau universitas yang menjadi pilihannya. Peserta ujian dapat memilih program studi di setiap PTN, dengan persyaratan salah satu pilihannya berada di regional di mana peserta mengikuti ujian; pilihlah tempat ujian yang paling dekat atau paling efisien. Lokasi ujian tidak menjadi pertimbangan diterima atau tidak diterimanya peserta di PTN, tetapi lebih ditentukan oleh nilai SPMB yang bersangkutan dan nilai-nilai dari pesaing di program studi pilihannya.

SPMB mempermudah siswa untuk bisa mendaftar dan diterima di PTN yang diminatinya. Mereka cukup sekali ujian dan memilih beberapa PTN tanpa harus pergi dan menginap ke lokasi di mana PTN pilihannya berada. Mereka hanya perlu mengadakan satu kali perjalanan setelah pasti diterima di PTN pilihannya.

Jadi, untuk dapat diterima di PTN, pilihlah program studi yang tidak favorit, yang berdaya saing rendah. Artinya, calon mahasiswa yang meminatinya tidak terlalu banyak. Strategi yang direkomendasikan di sini : pilihan ke-1 program studi nonfavorit, pilihan ke-2 program studi nonfavorit, dan/atau pilihan ke-3 (untuk yang mengikuti IPC) program studi nonfavorit juga.

Kemampuan

Pada dasarnya, SPMB adalah suatu proses seleksi akademis yang mencakup tiga kelompok ujian : IPA, IPS, dan IPC/Campuran (IPA dan IPS). Setiap lulusan SMTA, jurusan apa saja, boleh mengikuti SPMB kelompok IPA, IPS, atau IPC. Lulusan SMA jurusan IPS yang mengikuti SPMB kelompok IPA juga boleh memilih program studi apa saja di kelompok IPA, termasuk Kedokteran, Komputer, Teknik, Pertanian, dsb.

Secara umum, terdapat tiga mata ujian : kemampuan kuantitatif dan kemampuan verbal sebanyak 75 soal (yaitu matematika dasar, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, masing-masing 25 soal), kemampuan IPA 75 soal (matematika, biologi, fisika, kimia, dan IPA terpadu, masing-masing 15 soal), dan kemampuan IPS 75 soal (sejarah, geografi, ekonomi¡ªmasing-masing 20 soal¡ª, dan IPS terpadu 15 soal). Peserta ujian harus mampu mengalokasikan waktu dengan jumlah soal yang tersedia, sehingga tidak ada alasan kekurangan waktu pengerjaan soal. Perlu dicatat, kemampuan verbal waktunya 180 menit, kemampuan IPA 150 menit, dan kemampuan IPS 90 menit.

Oleh karena setiap pelajaran mempunyai bobot yang sama, maka kerjakanlah semua soal ujian. Kalau peserta SPMB sama sekali tidak mengerjakan soal salah satu mata pelajaran, maka ia akan mendapat ¡°nilai-mati¡± untuk pelajaran tersebut. Sungguhpun nilai yang lain bagus sekali, kalau ada ¡°nilai mati¡± maka ia tidak akan diterima!.

Semua peserta SPMB akan diurutkan menurut nilai ujiannya, kemudian dialokasikan pada program studi pilihannya, dengan ketentuan bahwa peserta yang lebih baik mendapat prioritas untuk dialokasikan lebih dahulu. Jika masih ada tempat di pilihan pertama, ia akan diterima di program studi pilihan pertama. Jika tempat pada program studi pilihan pertama telah penuh, dan masih ada program studi pilihan kedua, ia akan diterima pada program studi pilihan kedua. Jika tempat pada program studi pilihan pertama dan program studi pilihan kedua telah penuh, maka ia tidak akan diterima walaupun nilainya masih cukup tinggi. Bagi yang memilih kelompok IPC dengan tiga pilihan, maka pilihan ketiga akan diproses dengan cara yang sama.

Pendek kata, SPMB tidak mengenal passing grade. Setiap program studi menerima calon mahasiswa sesuai urutan nilainya, nilai yang lebih baik mendapat prioritas untuk diterima lebih dulu, dan penerimaan berhenti setelah daya tampung terpenuhi.

Jadi, kalau calon mahasiwa memilih program studi favorit, maka ia harus berupaya untuk meraih nilai ujian maksimal. Dengan asumsi, apabila nilai ujiannya tinggi, maka akan dapat mengalahkan para pesaingnya di program studi itu.

Kemauan

Pemilihan program studi di PTN, idealnya, selain karena calon mahasiswa mampu menaklukkan soal-soal ujian SPMB juga harus selaras dengan minat dan bakatnya, sehingga ia diharapkan sukses menyelesaikan studinya di PTN. Namun, dalam SPMB, melalui uji keterampilan program studi keolahragaan dan kesenian saja minat dan bakat calon mahasiswa dapat diketahui. Sebab, berdasarkan Keputusan Mendiknas No. 173/U/2001 tentang Penerimaan Calon Mahasiswa pada Perguruan Tinggi, SPMB hanya bertujuan untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di PTN sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Dari sini, domain afektif dan psikomotor (menurut Taxonomy Bloom)¡ªkecuali untuk program studi keolahragaan dan kesenian¡ªtidak terungkapkan.

SPMB selain menafikan minat dan bakat calon mahasiswa juga tidak mengungkap perilakunya selama bersekolah di SMTA (misalnya : rajin, malas, tukang menyontek, sering kesiangan/terlambat, aktivis, trouble maker, dan lain-lain perbuatan positif maupun negatif siswa).

Berdasarkan uraian di atas, dalam mengikuti SPMB, calon mahasiswa hendaknya menggunakan hati nuraninya. Maksudnya, jangan menjadikan PTN sebagai ¡°tujuan¡±, tetapi sebagai ¡°alat¡± belaka untuk mencapai tujuan yang riil yakni dunia kerja atau masa depan.

Adalah wajar nian tatkala calon mahasiswa memilih program studi favorit di PTN, karena program-program studi itu memang menjanjikan dunia kerja atau masa depan yang relatif lebih baik; dengan gaji, penghasilan, atau kesejahteraan yang layak untuk hidup.

Jadi, biarpun gagal diterima di kedokteran umum, arsitektur, teknik informatika, komputer, ekonomi, manajemen, akuntansi, sastra Inggris, dan lain-lain program studi ¡°favorit¡± di PTN; hal itu bukanlah akhir dari segalanya. Toh, masih banyak PTS-PTS yang membuka program-program studi sejenis dengan kualitas pembelajaran yang tidak kalah dengan PTN dan biaya pendidikan yang cukup terjangkau calon mahasiswa. Lalu, mengapa tetap ngotot ke PTN, kalau tujuan utamanya adalah meraih masa depan yang lebih baik?. NNN Penulis, 10 tahun aktif di berbagai Bimbel di Bandung; kini tenaga fungsional di SMAN 21 Bandung NNN

By : keluarmasuk1.blogspot.com

Artikel: Evaluation of UAN

Evaluation of UAN national Indonesian English test for final year junior high school students
INTRODUCTION

This paper seeks to evaluate the UAN national Indonesian English test for final year (grade 9) junior high school students, using the 2002/2003 ujian akhir nasional (UAN) [final national test] administered in the Jakarta district. The Bachman and Palmer (1996) framework will be used as an evaluative framework. This is an objective study that seeks to evaluate the UAN test so that by this study of an awareness of issues involved in testing can be identified.

BACKGROUND

The UAN before 2001/2002 was known as evaluasi belajar tahap akhir nasional (EBTANAS). This was a name change, but not in construction or administration of the test. The test's future existence is under threat. A government commission for education is moving toward scrapping the exam and replacing it with school based criterion reference exams. Naommy (2004, p.4) reports:

Under the UAN policy, the Ministry of National Education requires third year junior and senior high school students to take national tests in English, Indonesian and mathematics, instead of letting individual schools make their own exams..

The commission said the policy violated Law No. 20/2003 on the national education system, insisting national exams could not be used to measure the performance of individual students or the general quality of education in the country.

UAN TEST COMPONENTS

The UAN test is a reading, grammar, conversation, and vocabulary test consisting of sixty multiple choice (a,b,c, or d) questions. The reading component according to Manurung (2001, p.1) contains 50% of all questions. Manurung identifies the components of the junior high UAN English test as comprising of the following items: reading, comprehension, present tenses, past tenses, future tenses, question tag, elliptical sentences (two sentences becoming one) pronouns, infinitives, comparisons, prepositions, 'introduction' (it and their use), modal auxiliaries (can, may, should, and must) conditional sentences, question words (what, who, whom, whose, which, why, where, when, and how), conversation (greetings, introducing, complement, leave taking, inviting, refusing, agreement, and disagreement, apologizing, and surprising), and vocabulary.

Students need to obtain a score of 40.10% to pass. Students who fail are allowed to repeat the test the same year. Naommy (2004, p.4) reports, "Education observers have predicted that up to 25% of 2.5 million junior high school students could fail the exams this year." Students cannot proceed to senior high school unless they pass the UAN exams.

BACHMAN AND PALMER (1996) FRAMEWORK OF EVALUATION

The Bachman and Palmer 1996 framework evaluation of test usefulness will be used to evaluate the UAN national Indonesian English test for final year junior high school students. The questions for logical evaluation of usefulness as posed by Bachman and Palmer will be identified in italics.

RELIABILITY

1. To what extent do characteristics of the test setting vary from one administration of the test to another?
Some students take the tests in air-conditioned, comfortable classrooms with minimal background noise. Other students take the test without air-conditioning (majority) with variance in noise. All students did the exam at 7.30 to 9.30 a.m. (WIB) [west Indonesian time] on Monday 28th of April 2003. Students are used to the school environment, tropical heat and background noises. The setting cannot be changed unless financial assistance is given.

2. To what extent do characteristics of the test rubric vary in an unmotivated way from one part of the test to another, or on different forms of the test?
The time is always standardized. Instructions and questions are clear in some questions, ambiguous in others, and question two is very confusing (how many brothers and sisters does Aditya have? songs?). Some questions have instructions whilst others have none. Questions 35 to 39 are based on a reading passage that instructs students for questions to 35 to 36 only. Some questions are confusing or ambiguous, thus it has flaws. Question 4 is instructed that it is based on the reading passage, when it is not.

3. To what extent to characteristics of the test input, vary in an unmotivated way from one part of the test to another, from one task to another and on different forms of the test?
The input does not change. It is standardized. This is satisfactory.

4. To what extent do characteristics of the expected response vary in an unmotivated way from one part of the test to another or on different forms of the test?
All responses are multiple choice, thus the format of answering does not change. The reading questions are mixed with the grammar questions, causing a constant switch from one type of question to another. Questions 1 to 3, 9 to 13, 17 to 21, 25 to 29, 33, 35 to 39, 44 to 47, 49 to 50, and 58 to 60 are reading. It would be far better, logical and easier for students if the reading questions were clustered together.

5. To what extent do characteristics of the relationship between input and response vary in an unmotivated way to one part of the test to another, or in different forms of the test?
The input does not vary, neither does the response; it is all multiple choice.

VALIDITY

6. Is the language ability construct for this test clear and unambiguously defined?
No. As mentioned previously, there are reading, grammar, vocabulary, and conversational components, but they are not clearly and unambiguously defined. Conversation, tested by a few written questions, is not a valid interpretation of speaking ability at all. There is no indication on the test to the language ability construct; it is implied.

7. Is the language ability construct for the test relevant to the purpose of the test?
The purpose of the UAN test to rank students and to set a pass level to proceed to senior high schools. Students must pass to reach senior high school and schools and students are ranked and compared nationally. There is no speaking, listening, or writing component to the test. A multiple choice test is not going to test their practical, active use. It is a passive test construct and not constructed adequately to test students' reading, grammar, conversation and vocabulary ability effectively.

8. To what extent does the test taker reflect the construct definition?
The conversation questions do not reflect conversational ability. The grammar questions do not reflect grammatical ability, for example, question 16 could be b) he has gone to the office, or d) he went to the office. Other questions have several correct choices, namely questions 4, 5, 7, 10, 24, 26, 29, 38, 44, 46, 47, 50, 51, 53, 57, and 59. However, only one answer is marked correct. The answer given for question 49 from the examiners is "most people in big cities read to certain news papers [sic]". The answer "most people in big cities subscribe to certain news papers [sic]" is marked incorrect! The test needs a construct that is correct in grammar and limiting the correct answers to one correct possibility on the multiple choice test.

9. To what extent do the scoring procedures reflect the construct definition?
It is unfair to mark a correct answer incorrect. Questions 4, 5, 7, 10, 24, 26, 29, 38, 44, 46, 47, 50, 51, 53, 57, and 59 have at least one alternative correct answer. Only one answer is marked correct. In writing good test questions for multiple choice exams, Evaluating multiple choice tests (n.d., para. 13) states, "Make sure there is only one correct answer". Though this is obvious, it is a common mistake according to the previous author. In the case of question 49 the correct answer 'd' is marked incorrect, whilst the incorrect answer 'c' is marked correct.
A single score from 60 multiple choice questions is not adequate enough to assess a range of English skills, depth of skills, or to indicate if a student is ready to progress to senior high school.

10. Will the scores obtained from the test help us to make the desired interpretations about the test takers' language ability?

It is a passive test of mainly reading and grammar and does little to evaluate students' language ability and use. The listening, speaking, and writing ability is not tested. The test itself is about scores. Bond (1996, para. 2) claims, "The major reason for using norm- referenced tests (NRT) is to classify students." The UAN seeks to compare and rank rather than assess the learners' ability to use language. Due to the former reason and the fact that many answers could be an alternative, the results do not help in interpreting learners' English ability.

11. What characteristics of the test setting are likely to cause different test takers to perform differently?
All students complete answers on a Scantron answer sheet. All conditions are the same, except for the classrooms which may have air-conditioning and quite surrounds. This aspect is satisfactory.

12. What characteristics of the test rubric are likely to cause different test takers to perform differently?
The general instructions are given in Indonesian. The instructions for individual questions are in English and are basic in structure. Some questions use incorrect English and can disadvantage or confuse students, for example, questions 17 to 21 are based on a short letter. The last sentence reads "We look forward to your confirmation by return." This is not everyday English and can confuse students and their understanding of the letter. Questions 58 to 60 are based on a paragraph that reads "The most important thing in the Olympic games is not t wo I [sic] take part." Such examples can cause test takers to perform differently.

13. What characteristics of the test input are likely to cause different test takers to perform differently?
Incorrect grammar, words, spelling, and punctuation are input that can cause problems with test takers. Incorrect grammar occurs in questions 15, 29, 35, 42 ,52, and the reading for questions 17 to 21. Incorrect words are found in questions 2, 22, 28, and 37. Incorrect spelling occurs in questions, 3, 32 , 51, and the reading for questions 55 to 39 and 58 to 60. Incorrect punctuation is found in questions 22, 43, 54 ,and the reading for questions 35 to 39. Incorrect test questions invalidate the test.

14. What characteristics of the expected response are likely to cause different test takers to perform differently?
Once again, having several possible correct answers in the question, whilst only marking one correct, can cause major problems with test takers.

15. What characteristics of the relationship between input and response are likely to cause different test takers to perform differently?
The test construct included Indonesian boys' and girls' names which does not cause problems when trying to identify gender or subject. This is quite good. Question 8 has cultural bias. Most Indonesians do not eat cereal for breakfast and it is mostly the upper classes who buy cereals. Thus, a can, box, jar, or bottle of cereal is a difficult question if one does not know what cereals are nor have ever eaten cereals. Apart from question 8, other questions have input commonly known to Indonesians.

AUTHENTICITY

16. To what extent does the description of tasks in the TLU [target language use] domain include information about the setting input, expected response and relationship between input and response?
The setting is included in some reading questions, but absent on grammatical and vocabulary questions. Question 7 epitomizes the confusion over expected response and input. The expected response by the test constructor is "a) which" [photographs]. However, "b) what" and even "c) whose" is grammatically acceptable. The expected response must match the input given in an authentic valid test. Kehoe (1995, para. 3) states, "As a rule one is concerned with writing stems that are clear and parsimonious, answers that are unequivocal and chosen by the students who do best on the test.." Question 28 lacks input for the response. There is no specific information to base the answer of "b". In essence, the TLU needs more contextual support and only one correct response. Question 42 relies heavily on knowledge of an Indonesian folk tale. Without knowledge of the folk tale, construction of the paragraph could differ from the expected response. There is a very small minority of students in Indonesia who do not know this folk tale, for example, foreign nationals sitting the tests.

17. To what extent do the characteristics of the test task correspond to those of the TLU tasks?
Conversational items tested as multiple choice items are far from authentic! Thus, question 53 in reality could be a, b, c, or d depending on context. There are also many grammatical mistakes making the test non authentic.

INTERACTIVENESS

18. To what extent does the task presuppose the appropriate area or level of topical knowledge, and to what extent can we expect the test takers to have this area or level of topical knowledge?
As previously mentioned question 42 presupposes topical knowledge of an Indonesian folk tale. Overall, the topical knowledge is appropriate for 14 to 15 year old students, for example, the areas of media, sickness, and sport. There is generally no great need to use specific topical knowledge to answer questions.

19. To what extent are the personal characteristics of the test takers included in the design statement?
The design is for final year students of junior high schools in Indonesia in the Jakarta district. It is assumed all test takers are Indonesian, aged 14 to 15, and all speak Indonesian. All have done the pre-UAN test and it is assumed all have completed nine years of formal schooling. It is to be noted that there is a tiny minority of foreign nationals who also sit the test, but the government assumes and expects that they get schooled in international schools.

20. To what extent are the characteristics of the test tasks suitable for test takers with the specified personal characteristics?
The test tasks are very much appropriate for the average and lower ability students. In this regard the test is suitable, but it fails to take into account the higher ability students to which the tasks are at a functional level far below their ability. That is, some students who achieve excellent results in native speaking English tests, for the same educational level in English, are tested on tasks that do not challenge nor address their level of ability. Year nine students at the school where I teach have performed well above average for the 2001 year 9/10 Australian English schools' competition test items, with one student scoring 100%. However many students from Indonesia fail the UAN test. Thus there is a big range of ability, whereas the test tasks do not cover the whole range.

21. Does the processing required in a test task involve a very narrow range of areas of language knowledge?
As discussed previously, the tasks engage a very limited range of language knowledge.

22. What language functions, other that the simple demonstration of language ability, are involved in processing the input and formulating a response?
None.

23. To what extent are the test tasks interdependent?
They are not. All questions are dependent on the specific questions or reading passage and are independent of other items.

24. How much opportunity for strategy involvement is provided?
A pre-UAN test is administered to all students under the same test conditions two weeks prior to the UAN test. There is also available a text with past year UAN test items available to teachers in all schools to prepare students. The construction of tests is very similar year to year and thus provides students and teachers with ample time to prepare.

25. Is this test likely to evoke an affective response that would make it relatively easy or difficult for the test takers to perform at their best?
No. The topics are culturally sensitive and non-emotive.

IMPACT

26. To what extent might the experience of taking the test or the feedback received affect characteristics of test takers that relate to language use?
This test is passive and the language to be tested is done so testing only understanding, neglecting higher skills such as processing, comparing, debating and even production of language. Hughes (2003, p. 1) claims, "If the skill of writing, for example, is tested only by multiple choice items then there is great pressure to practise such items rather than practise the skill of writing itself. This is clearly undesirable." The UAN test aims to test grammar, but students are not required to construct any sentences. The students are to learn conversational conventions, but not tested orally. Research by Hadiatmaja, cited by Somantri (2003, para. 6) observes that Indonesian school students learning English "are passive and receptive only [translation]." Thus the backwash effect of the UAN tests can be seen in students' passive and receptive skill focus with problems in construction of discourse in speaking and writing.

27. What provisions are there for involving test takers directly, or for collecting and utilizing feedback from test takers directly, or for collecting and utilizing feedback from test takers and the design and development of the tests?
There are no known provisions. Students do not have the opportunity to provide any feedback or have any input into the development of the test.

28. How relevant, complete, and meaningful is the feedback that is provided to test takers?
Correct answers, and students' responses are given showing their mistakes. A final score and school ranking is also given. There are just statistics and students are not given any explanation to why test items are correct. No information is given on their language ability or mastery of subject matter. It is difficult for the individual teacher to provide good feedback due to the amount of alternative correct answers.

29. Are decision procedures and criteria applied uniformly to all groups of test takers?
Yes. All schools follow the same criteria of the UAN score and scores are objective, independent on participation, attendance, attitude or other factors.

30. How relevant and appropriate are the test scores to the decisions to be made?
The test score is the single factor in determining the grade and to determine if the student can proceed to senior high school.

31. Are test takers fully informed about the procedures and criteria that will be used in making decisions?


32. Are these procedures and criteria actually followed in making the decisions?
Yes. There are no exceptions, though those who fail may sit for the test again.

33. How consistent are the areas of language ability to be measured with those that are included in teaching materials?
The teachings materials of teachers usually match the language ability to be measured, as is the case in the majority of schools. However, schools such as my school do not follow the national curriculum per se and go way beyond including active skills and including listening, speaking, and writing skills, in addition to the reading and grammar of the national curriculum. These schools, the teachers, and students feel uncomfortable with the test as it does not meet their learning content nor does it test most of their ability.

34. How consistent are the characteristics of the test and test tasks with the characteristics of teaching and learning activities?
This is dependent on the individual teacher. Due to the passive nature of the tests, a lot of students learn English in a passive manner and as a result Artsiyanti (2002, para. 6) claims, "Students do not know when structures [grammar] have to be used and how to apply them in everyday life [translation]." The test tasks contribute to a negative backwash effect in the classrooms.

35. How consistent is the purpose of the test with the values and goals of teachers and of the instructional program?
The test is far from achieving the goals of English at IPEKA. Due to its limitations in passive receptive skills it is also not consistent with goals of other schools' English courses, even though it is consistent with the national curriculum.

36. Are the interpretations we make of the test scores consistent with the values and goals of society and the education system?
If wages are a reflection on worth, society does not value the worth of teachers in Indonesia in comparison to western countries. The average wage of a teacher is Rp 700,000 to Rp 800,000 (just over $100 AUD) a month (Sistem pendidikan harus dirombak secara radikal, 2004). Schools are often dilapidated and some students cannot afford their tuition. Many language teachers do not have adequate mastery of English to teach effectively and efficiently in schools in Indonesia. Somehow test scores are regarded as highly valid and respected by most as the major measure of performance in English and as a means to determine the academic progression of students to the next level.

There are more pressing concerns here of terrorism, hunger, and work. The acceptance by society and the educational system of the test scores should not equate with the usefulness of the test. The UAN needs reform!

37. To what extent to the values and goals of the test developer coincide or conflict with those of society and the education system?
There is agreement with the education system and most of society.

38. What are the potential consequences, both positive and negative, for society and the education system, of using a test in this particular way?
The backwash effect contributes to passive learners and English speakers not confident in production of English, of which is the case in Indonesia today.

39. What is the most desirable positive consequence, or the best thing that could happen as a result of using the test in this particular way, and how likely is this is happen?
The test could act as a motivating factor for some in mastering passive English. This is still not likely.

40. What is the least desirable negative consequence, or the worst thing that could happen as a result of using the test in this particular way, and how likely is this to happen?
As mentioned previously, many students will learn an understanding of reading and grammar in a passive and receptive manner without learning active skills and to the exclusion of speaking, listening, and writing. This is highly likely as it is already evidenced throughout the country.

PRACTICALITY

41. What type and relative amounts of resources are required for: (a.) the design stage, (b.) the operationalization stage and, (c.) the administration stage?
There is not much money available for the UAN tests, nor time, nor expertise. The design is done by a few local English teachers with no resources provided by the government, apart from the syllabus and test construction design. The operation is done by a central team by Scanton computer marking. The administration of the tests is by individual schools.

42. What resources will be available for carrying out a. b. and c. above?
Teachers, computers, printers and paper are available. Resources are very limited in Indonesia due to its massive student population and limited budget.

CONCLUSION

The UAN is not very useful. It is not valid, authentic nor interactive and has negative impacts on learning. It is however, reasonably reliable and practical.

The purpose of the UAN is to measure a level of English competence to progress to senior high school. This obviously fails that. It is necessary first to determine the aim or goal of the test. Kitao and Kitao (1996b. para. 2) state, "The goal of the test is what you want to measure." There are many unmeasured skills that can be tested. Listening, writing, and speaking can all be assessed in addition to reading and grammar. In regard to grammar, Kitao and Kitao (1996a , conc. para.) state, "While the testing of grammatical knowledge is limited - - it does not necessarily indicate whether the testee can use the grammatical knowledge in a communicative situation - - it is sometimes necessary and useful."

Indonesian schools are moving towards an outcome based curriculum. A criterion reference test (CRT) could well be an excellent alternative to the present UAN test. Gorsuch (1997, para. 25) claims, "Only CRTs will allow teachers to set standards, measure achievement and give students valuable feedback at the course level." This could then present the opportunity for positive backwash so that students are active users of English and confident in all skills.

All in all the UAN fails to be useful because of its test construction which is riddled with mistakes and contains many alternative multiple choice answers that are correct. Hughes (2003, p.2) claims, "Students' true abilities are not always reflected in the test scores that they obtain." This is the case with the UAN test.

REFERENCES

Artsiyanti, E.P. (2002, March). Bagaimana meningkatkan mutu hasil pelajaran bahasa Inggris di sekolah. Pendidikan Network. Retrieved April 16, 2004 from http://artikel.us/artsiyanti.html

Bachman, L.F. & Palmer, A.S. (1996). Language testing in practice. Oxford: Oxford University Press.

Bond, L.A. (1996). Norm- and criterion-referenced testing. Practical Assessment, Research and Evaluation, 5 (2). Retrieved May 12, 2004 from http://PAREonline.net/getvn.asp?v:5&n=2

Evaluating multiple choice tests. (n.d.). Luzerne County Community College. Retrieved April 16, 2004 from http://academic.luzerne.edu/adjuncts/evaluating_tests.htm

Gorsuch, G.J. (1997, January). Test purposes. The Language Teacher. Retrieved March 16, 2004 from http://www.jalt-publications.org/tlt/files/97/jan/gorsuch.html

Hughes, A. (2003). Testing for Language Teachers (2nd Ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Kehoe,J. (1995). Writing multiple-choice test items. Practical Assessment, Research and Evaluation, 4 (9). Retrieved May 12, 2004 from http://PAREonline.net/getvn.asp?v=4&n=9

Kitao, S.K. & Kitao,K. (1996a, June). Testing grammar. The Internet TESL Journal, 2 (6). Retrieved May 12, 2004 from http://iteslj.org/Articles/kitao-TestingGrammar.html

Kitao, S.K. & Kitao,K.(1996b). Writing a good test. TESL-L archives. Retrieved May 12, 2004 from http://www.ling.lancs.ac.uk/staff/visitors/kenji/kitao/design2.htm

Manurung, A. (2000). Kumpulan soal dan pembahasan EBTANAS bahasa Inggris SLTP. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Naommy, P.C. (2004, May 5). Lawmakers opposes[sic] continuation of national final examinations. The Jakarta Post.

Sistem pendidikan harus dirombak secara radikal. (2004, May 14). Media Indonesia Online. Retrieved May 28, 2004 from http://mediaindo.i2.co.id/cetak/berita.asp?id=2004051401404919

Somantri, N. (2003, January). Penerapan metode simulasi tematis untuk peningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa. Pendidikan Network. Retrieved March 16, 2004 from http://www.pendidikan.net/nsomantri2.html


By : keluarmasuk1.blogspot.com

Artikel: Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang

Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang Oleh : Nurkolis

Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berfikir panjang (Kompas, 24 Mei 2002).

Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang tersebut sangat menarik untuk dikaji mengingat saat ini pemerintah Indonesia mulai melirik pendidikan sebagai investasi jangka panjang, setelah selama ini pendidikan terabaikan. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka pangjang. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif.

Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan. Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. Inilah sebenarnya arah kurikulum berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based education yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Di Amerika Serikat (1992) seseorang yang berpendidikan doktor penghasilan rata-rata per tahun sebesar 55 juta dollar, master 40 juta dollar, dan sarjana 33 juta dollar. Sementara itu lulusan pendidikan lanjutan hanya berpanghasilan rata-rata 19 juta dollar per tahun. Pada tahun yang sama struktur ini juga terjadi di Indonesia. Misalnya rata-rata, antara pedesaan dan perkotaan, pendapatan per tahun lulusan universitas 3,5 juta rupiah, akademi 3 juta rupiah, SLTA 1,9 juta rupiah, dan SD hanya 1,1 juta rupiah.

Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. (Walter W. McMahon dan Terry G. Geske, Financing Education: Overcoming Inefficiency and Inequity, USA: University of Illionis, 1982, h.121).

Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional.

Nilai

Balik Pendidikan
Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang lain. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Di negara-negara sedang berkembang umumnya menunjukkan nilai balik terhadap investasi pendidikan relatif lebih tinggi dari pada investasi modal fisik yaitu 20 % dibanding 15 %. Sementara itu di negara-negara maju nilai balik investasi pendidikan lebih rendah dibanding investasi modal fisik yaitu 9 % dibanding 13 %. Keadaan ini dapat dijelaskan bahwa dengan jumlah tenaga kerja terdidik yang terampil dan ahli di negara berkembang relatif lebih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan kebutuhan sehingga tingkat upah lebih tinggi dan akan menyebabkan nilai balik terhadap pendidikan juga tinggi (Ace Suryadi, Pendidikan, Investasi SDM dan Pembangunan: Isu, Teori dan Aplikasi. Balai Pustaka: Jakarta, 1999, h.247).

Pilihan investasi pendidikan juga harus mempertimbangkan tingkatan pendidikan. Di Asia nilai balik sosial pendidikan dasar rata-rata sebesar 27 %, pendidikan menengah 15 %, dan pendidikan tinggi 13 %. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka manfaat sosialnya semakin kecil. Jelas sekali bahwa pendidikan dasar memberikan manfaat sosial yang paling besar diantara tingkat pendidikan lainnya. Melihat kenyataan ini maka struktur alokasi pembiayaan pendidikan harus direformasi. Pada tahun 1995/1996 misalnya, alokasi biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia untuk Sekolah Dasar Negeri per siswa paling kecil yaitu rata-rata hanya sekirat 18.000 rupiah per bulan, sementara itu biaya pendidikan per siswa di Perguruan Tinggi Negeri mendapat alokasi sebesar 66.000 rupiah per bulan. Dirjen Dikti, Satrio Sumantri Brojonegoro suatu ketika mengemukakan bahwa alokasi dana untuk pendidikan tinggi negeri 25 kali lipat dari pendidikan dasar. Hal ini menunjukkan bahwa biaya pendidikan yang lebih banyak dialokasikan pada pendidikan tinggi justru terjadi inefisiensi karena hanya menguntungkan individu dan kurang memberikan manfaat kepada masyarakat.

Reformasi alokasi biaya pendidikan ini penting dilakukan mengingat beberapa kajian yang menunjukkan bahwa mayoritas yang menikmati pendidikan di PTN adalah berasal dari masyarakat mampu. Maka model pembiayaan pendidikan selain didasarkan pada jenjang pendidikan (dasar vs tinggi) juga didasarkan pada kekuatan ekonomi siswa (miskin vs kaya). Artinya siswa di PTN yang berasal dari keluarga kaya harus dikenakan biaya pendidikan yang lebih mahal dari pada yang berasal dari keluarga miskin. Model yang ditawarkan ini sesuai dengan kritetia equity dalam pembiayaan pendidikan seperti yang digariskan Unesco.

Itulah sebabnya Profesor Kinosita menyarankan bahwa yang diperlukan di Indonesia adalah pendidikan dasar dan bukan pendidikan yang canggih. Proses pendidikan pada pendidikan dasar setidaknnya bertumpu pada empat pilar yaitu learning to know, learning to do, leraning to be dan learning live together yang dapat dicapai melalui delapan kompetensi dasar yaitu membaca, menulis, mendengar, menutur, menghitung, meneliti, menghafal dan menghayal. Anggaran pendidikan nasional seharusnya diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun dan bila perlu diperluas menjadi 12 tahun. Selain itu pendidikan dasar seharusnya “benar-benar” dibebaskan dari segala beban biaya. Dikatakan “benar-benar” karena selama ini wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah tidaklah gratis. Apabila semua anak usia pendidikan dasar sudah terlayani mendapatkan pendidikan tanpa dipungut biaya, barulah anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan tingkat selanjutnya.

Fungsi

Non Ekonomi
Ketiga, investasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis-ekonomis yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan. Fungsi sosial-kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda. Misalnya pada tingkat individual pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan dirinya secara psikologis, sosial, fisik dan membantu siswa mengembangkan potensinya semaksimal mungkin (Yin Cheong Cheng, School Effectiveness and School-Based Management: A Mechanism for Development, Washington D.C: The Palmer Press, 1996, h.7).

Fungsi politis merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan politik pada tingkatan sosial yang berbeda. Misalnya pada tingkat individual, pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan sikap dan keterampilan kewarganegaraan yang positif untuk melatih warganegara yang benar dan bertanggung jawab. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mengerti hak dan kewajibannya sehingga wawasan dan perilakunya semakin demoktratis. Selain itu orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara lebih baik dibandingkan dengan yang kurang berpendidikan.

Fungsi budaya merujuk pada sumbangan pendidikan pada peralihan dan perkembangan budaya pada tingkatan sosial yang berbeda. Pada tingkat individual, pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan kreativitasnya, kesadaran estetis serta untuk bersosialisasi dengan norma-norma, nilai-nilai dan keyakinan sosial yang baik. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mampu menghargai atau menghormati perbedaan dan pluralitas budaya sehingga memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap keanekaragaman budaya. Dengan demikian semakin banyak orang yang berpendidikan diharapkan akan lebih mudah terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya akan terjadi integrasi budaya nasional atau regional.

Fungsi kependidikan merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan pendidikan pada tingkat sosial yang berbeda. Pada tingkat individual pendidikan membantu siswa belajar cara belajar dan membantu guru cara mengajar. Orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran untuk belajar sepanjang hayat (life long learning), selalu merasa ketinggalan informasi, ilmu pengetahuan serta teknologi sehingga terus terdorong untuk maju dan terus belajar.

Di kalangan masyarakat luas juga berlaku pendapat umum bahwa semakin berpendidikan maka makin baik status sosial seseorang dan penghormatan masyarakat terhadap orang yang berpendidikan lebih baik dari pada yang kurang berpendidikan. Orang yang berpendidikan diharapkan bisa menggunakan pemikiran-pemikirannya yang berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Orang yang berpendidikan diharapkan tidak memiliki kecenderungan orientasi materi/uang apalagi untuk memperkaya diri sendiri.

Kesimpulan
Jelaslah bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tetapi lebih luas lagi yaitu perkembangan ekonomi. Selama orde baru kita selalu bangga dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu hancur lebur karena tidak didukung oleh adanya sumber daya manusia yang berpendidikan. Orde baru banyak melahirkan orang kaya yang tidak memiliki kejujuran dan keadilan, tetapi lebih banyak lagi melahirkan orang miskin. Akhirnya pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati sebagian orang dan dengan tingkat ketergantungan yang amat besar.

Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya manusianya memiliki etika, moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan indikator hasil pendidikan yang baik. Inilah saatnya bagi negeri ini untuk merenungkan bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik untuk mendukung perkembangan ekonomi. Selain itu pendidikan juga sebagai alat pemersatu bangsa yang saat ini sedang diancam perpecahan. Melalui fungsi-fungsi pendidikan di atas yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan maka negeri ini dapat disatukan kembali. Dari paparan di atas tampak bahwa pendidikan adalah wahana yang amat penting dan strategis untuk perkembangan ekonomi dan integrasi bangsa. Singkatnya pendidikan adalah sebagai investasi jangka panjang yang harus menjadi pilihan utama.

Bila demikian, ke arah mana pendidikan negeri ini harus dibawa? Bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik? Marilah kita renungkan bersama.

Nurkolis, Dosen Akademi Pariwisata Nusantara Jaya di Jakarta.

By : keluarmasuk1.blogspot.com